Monday, August 24, 2015

INDONESIA KREATIF, INDONESIA MUDA, BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!

Pada tanggal 19 Agustus diadakan seminar yang bertempat di Aula BKS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Seminar ini diselenggarakan oleh Bank Central Asia (BCA) dengan judul seminar  “Workshop BCA Short Movie Award 2015”.Acara ini juga bekerja sama dengan majalah mahasiswa komunikasi Universitas Atmajaya, yang lebih dikenal sebagai Alinea. Seminar ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB. Seminar ini diadakan untuk mendukung program BCA yang bernama BCA Short Movie Award atau SHOVIA yang merupakan lomba pembuatan short film bertemakan kebudayaan Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ide-ide kreatif mengenai kebudayaan yang ada di negeri ini. Film pendek yang diajukan berdurasi maksimal 5 menit. Tetapi dengan durasi yang amat singkat, tidak menjadikan film yang dilombakan menjadi film yang terpotong, dalam arti film yang dipercepat segala sesuatunya sehingga menghilangkan makna dan kronologi dalam film tersebut. film pendek yang baik itu maksudnya film dengan durasi yang singkat namun dapat menampilkan suasana, ekspresi, serta makna yang membuat penonton mendapatkan makna dan pesan yang terkandung dalam film pendek tersebut. mengapa harus film pendek? karena dalam film pendek, cerita yang dibuat langsung to the point dimana biasanya pemeran dari film pendek tersebut hanya satu bahkan terkadang tidak ada aktor di dalamnya. Karena seminar ini bertemakan film pendek dan kebudayaan, makanya pembicara dalam seminar ini adalah producer serta seniman Noorca M. Massardi dan Harris Nizam.
Acara dimulai dengan sedikit pembicaraan yang dilakukan oleh pegawai BCA yaitu Bu Atik yang memberikan penjelasan mengenai acara BCA SHOVIA, dimana film pendek mengenai kebudayaan Indonesia bisa didapatkan melalui hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Tujuan dari pembuatan acara BCA SHOVIA ini juga karena kepedulian BCA terhadap pemuda Indonesia yang mulai melupakan kebudayaan yang ada di Indonesia dan beralih serta mulai mencintai kebudayaan luar negeri karena dianggap lebih bagus. Dengan penyelenggaraan lomba pembuatan film pendek bagi mahasiswa ini juga diharapkan pemuda Indonesia dapat memperkenalkan kembali kebudayaan Indonesia dalam bentuk film pendek. Mengapa berupa lomba pembuatan film? Karena saat ini media audio-visuallah yang paling efektif dalam menyalurkan ide-ide mserta pesan-pesan bagi masyarakat luas.
Pembicaraanpun dilanjutkan oleh Bapak Noorca M. Massardi. Beliau merupakan pujangga, penyunting, penulis lakon sandiwara, juri festival film, penulis skenario, penerima anugerah kebudayaan, budayawan (Wikipedia), serta kolumis. Beliau disini menjelaskan tentang kebudayaan secara mendalam, dimana kebudayaan sebenarnya tidak akan hilang, karena kebudayaan akan terus diturunkan oleh generas-generasi selanjutnya di dalam suatu lingkungan sosial dan kebudayaan tersebut akan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan juga mendukung penyaluran ide-ide pembuatan film pendek yang berdasarkan kebudayaan tiap-tiap daerah yang pastinya berbeda. 
Setelah menjelaskan mengenai kebudayaan, kini akan dijelaskan mengenai sinematografinya yang akan dijelaskan oleh Harris Nizam. Beliau merupakan producer dibalik suksesnya film Surat Kecil Untuk Tuhan. Bapak Harris Nizam menjelaskan bagaimana membuat film pendek yang baik, diantaranya yaitu: 
1. Harus Kompleks, walaupun dinamakan film pendek, namun kronologi cerita harus jelas. Dimana ada pengenalan, klimaks, penyelesaian. Durasi maksimal dalam sebuah film pendek adalah 50 menit.
2. Harus Bervariasi, dimana film pendek harus menyajikan cerita yang segar. Walaupun cerita yang akan disajikan merupakan cerita yang pernah ditayangkan oleh orang lain, namun tetap harus menyajikan inovasi baru yang ada di dalam film tersebut. bisa dari segi karakter pemerannya, sudut pandang cerita, maupun ide dalam ceritanya.
Bapak Harris Nizam juga memberikan tips-tips agar film pendek yang dibuat dapat menarik penonton dan pesan yang terkandung dapat sampai ke penonton. tipsnya antara lain:
1. Cerita, dimana film pendek yang dibuat harus memiliki kekuatan yang besar dalam alur ceritanya. karena film pendek berdurasi singkat, maka cerita yang dipakai harus cukup kuat untuk menarik penonton.
2. Crew, dalam proses pembuatan film pendek dibutuhkan crew yang cukup untuk melakukan proses pembuatan film pendek sampai kepada proses editingnya.
3. Penokohan, dalam film pendek, karakter yang dibutuhkan tak perlu banyak. untuk BCA SHOVIA yang berdurasi 3-5 menit, aktor yang diajukan maksimal 3 orang agar penonton dapat lebih mendalami ceritanya, bukan teralih oleh banyaknya aktor di dalam film tersebut.
4. Pemeran, aktor yang terpenting adalah pendalaman karakter yang dimaksud, baik dalam segi penampilan fisik maupun performnya.
5. Ending, menurut Bapak Harris, film yang baik merupakan film yang memiliki ending. namun, dalam film pendek sebenarnya tidak diharuskan adanya ending. endingnya juga dapat berupa asumsi dari penonton itu sendiri.
setelah penjelasan dari para narasumber seminar ini masuk ke dalam sesi tanya-jawab. dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa mahasiswa, maka dapat disimpulkan bahwa film pendek itu tidak harus menggunakan kamera professional. yang terpenting adalah kualitas dari gambarnya yang cukup baik yaitu 240 pixels sampai 1080 pixels yang paling tinggi untuk diunggah ke youtube. Dengan penyajian cerita yang kuat, keindahan alam yang disajikan, serta pendalaman aktor yang baik, maka kualitas gambar yang biasa saja dapat tertutupi karena ide cerita yang baik.
Jadi, sebenarnya film pendek merupakan sarana kita untuk menyalurkan ide-ide kreatif kita dengan penggunaan biaya yang tidak banyak. Sebab yang sebenarnya ingin disajikan oleh film pendek yaitu bagaimana pesan yang tersirat di dalamnya dapat tersampaikan oleh penonton. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Noora, film yang baik adalah film yang mengisahkan kejadian sehari-hari di lingkungan sekitar kita, dimana kita dapat mendalami kejadiannya secara mendalam.
Keuntungan yang didapatkan dari film pendek selain membutuhkan biaya yang tak banyak dibanding film panjang yaitu film pendek merupakan langkah awal bagi para pemuda Indonseia untuk mengekspresikan ide-ide yang segar di fenomena globalisasi saat ini. Film pendek yang dibuat juga dapat ditayangkan di Youtube dengan mudah. Dengan hanya membuat akun di situs Youtube, maka setiap orang dapat mengunggah film pendeknya di youtube dengan kualitas 240 pixels sampai 1080 pixels. Jadi, ide-ide pemuda Indonesia dapat tertuang di situs tersebut, dan masyarakat luas juga dapat menikmatinya serta memberika saran bagi si pembuat film pendek tersebut.
Begitulah penjelasan saya mengenai “Workshop BCA Short Movie Award 2015” yang diadakan di Universitas Atmajaya. dari seminar tersebut saya mendapatkan banyak pelajaran mengenai kebudayaan dan sinematografi. Serta saya juga merasa lebih bangga dengan Indonesia, sehingga saya juga ingin menjaga warisan kebudayaan yang ada di Indonesia agar tidak lagi dicuri oleh negara lain. Dengan adanya Short Movie Award yang diadakan BCA, saya berharap pemuda-pemuda Indonesia dapat menyalurkan ide-ide segar dan kreatifnya tentang kebudayaan Indonesia dalam film pendek dan semakin bangga dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia.